Membuat Hole Wizard dengan Bantuan Sket Polygon pada Gambar Flange

Bagaimana apakah Anda sudah semakin terbiasa untuk menggunakan Solidworks? Semoga demikian. Pada tulisan ini saya ingin menunjukkan kepada Anda tentang perintah Hole Wizard. Anda dapat membuat tipe-tipe berikut pada lubang Hole Wizard:

  •  Counterbore
  •  Countersink
  •  Hole
  •  Straight Tap
  •  Tapered Tap
  •  Legacy

Untuk penempatan Hole Wizard, kali ini saya menggunakan bantuan perintah Polygon Sketch. Dimana Anda terlebih dahulu membuat sket poligon, lantas dari titik-titik sudut poligon ini anda tinggal menempatkan posisi lubangnya. Juga tampilan cosmetric thread pada lubang yang akan dibuat dengan menambahkan setelan Tools, Option, Document Properties, Detailing, Shaded cosmetic threaded.

Saya akan membuat contoh sederhana mengenai perintah Hole Wizard pada sebuah gambar Flange. Terdapat tiga buah lubang cosmetic threaded pada gambar diatas.
Berikut langkah-langkahnya:
1. Membuat Revolved Sketch
 
Pada Feature toolbar, pilih Revolved Boss dan pilih Front Plane. Kini Sketch toolbar telah aktif. Buat sket garis untuk membentuk profil flange. Tentukan dimensinya seperti contoh gambar di bawah ini. Juga tambahkan “Centerline” secara horisontal pada “Origin” sebagai “Axis of Revolution”. Klik OK.
2. Revolved Boss

Untuk mengakhiri perintah membuat profil sket di atas klik Exit Sketch.
Pada kotak dialog di bawah Revolve Parameters akan secara otomatis menjadikan “Centerline” sebagai “Axis of Revolution”. Akhiri dengan klik OK.
3. Polygon Sketch
 
Berikutnya adalah membuat sket poligon sebagai garis sekaligus titik bantu tempat “Hole Wizard” yang akan kita buat nantinya. Pada “Sketch toolbar” pilih “Sketch” lalu pilih “a planar face”. Pada Sketch toolbar pilih Polygon. Ubah “Orientation View” pada Right atau tekan (Ctrl + 4).
Pada kotak dialog, ketik “Number of Side” pada angka 3 atau bisa juga dengan klik tombol tanda panah bawah hingga angkanya berubah dari 6 menjadi 3. Pilih “Circumscribed circle”. Lalu tempatkan kursor pada origin, klik kiri lalu geser kursor ke atas kira-kira mendekati garis luar flange dan klik kiri lagi.
Kembali ke kotak dialog, klik “For construction” di bawah parameter “Option”. Akhiri dengan klik OK.
4. Smart Dimension dan Fully Define Sketch
 
Kemudian set “Pitch Circle Diameter (PCD)” pada 100mm dengan memilih “Smart Dimension” pada “Sketch toolbar”. Perintah ini agar diameternya menjadi “fully define sketch”. Klik OK.
Berikutnya agar segitiganya juga menjadi “fully define sketch”, klik alas segitiga yang horisontal lantas akan muncul kotak dialog kecil di samping kanan kursor, klik “Make Horizontal”. Akhiri dengan klik OK.
5. Hole Wizard
 
Sebelum mengakhiri gambar model flange ini dengan membuat “Hole Wizard”, setel dahulu tampilan lubang thread menjadi “cosmetic threaded”. Pilih Tools, Option, Document Properties, Detailing, Shaded cosmetic threaded.
Berikutnya pada “Feature toolbar” pilih “Hole Wizard”. Akan muncul kotak dialog. Terdapat dua Tab, yakni Type dan Positions.
Pada tab Type;
Di bawah Hole Type pilih Straight Tap, Standard: Ansi Metric, dan Type: Bottoming Tapped Hole.
Di bawah Hole Specifications pilih Size: M10X1.5.
Di bawah End Condition pilih Through All.
Di bawah Option pilih Cosmetric thread.
Pada tab Positions klik 3D Sketch lalu klik ujung-ujung sket segitiganya sebagai tempat “Hole Wizard”. Akhiri dengan klik OK.
Baik sampai disini cara menggambar flange berikut menambahkan “Hole Wizard” menggunakan bantuan sket poligon selesai saya tampilkan urut-urutannya. Selamat mencoba!

make the Round Table with solid work

Step 1. Create a circle with a diameter of 85 sketches, on the top plane

Step 2. Boss-Extrude1, to create a pedestal table.
Click Insert> Boss> Extrude
From the property manager, Direction 1
select offset, input the number 75
select the Blind, with a thickness of 5

Step 3. Create a circle with a diameter of 15 sketches, the top plane.

Step 4. Boss-Extrude2, to make the pole table.
Click Insert> Boss> Extrude
From the property manager, Direction 1
select the Up to Surface
select the face that will be made in reference

Last step. circular pattern, to create a table leg.
Click Insert> patern / mirror> circular pattern

 from:

http://solidworkforever.blogspot.com/

PERANAN ETIKA DALAM PROFESI

*
Nilai-nilai etika itu tidak hanya milik satu atau dua orang, atau segolongan orang saja, tetapi milik setiap kelompok masyarakat, bahkan kelompok yang paling kecil yaitu keluarga sampai pada suatu bangsa. Dengan nilai-nilai etika tersebut, suatu kelompok diharapkan akan mempunyai tata nilai untuk mengatur kehidupan bersama.
*
Salah satu golongan masyarakat yang mempunyai nilai-nilai yang menjadi landasan dalam pergaulan baik dengan kelompok atau masyarakat umumnya maupun dengan sesama anggotanya, yaitu masyarakat profesional. Golongan ini sering menjadi pusat perhatian karena adanya tata nilai yang mengatur dan tertuang secara tertulis (yaitu kode etik profesi) dan diharapkan menjadi pegangan para anggotanya.
*
Sorotan masyarakat menjadi semakin tajam manakala perilaku-perilaku sebagian para anggota profesi yang tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang telah disepakati bersama (tertuang dalam kode etik profesi), sehingga terjadi kemerosotan etik pada masyarakat profesi tersebut. Sebagai contohnya adalah pada profesi hukum dikenal adanya mafia peradilan, demikian juga pada profesi dokter dengan pendirian klinik super spesialis di daerah mewah, sehingga masyarakat miskin tidak mungkin menjamahnya.

Pengertian Profesi dan Profesionalisme

A. PENGERTIAN PROFESIONALISME
Profesionalisme merupakan suatu tingkah laku, suatu tujuan atau suatu rangkaian kwalitas yang menandai atau melukiskan coraknya suatu “profesi”. Profesionalisme mengandung pula pengertian menjalankan suatu profesi untuk keuntungan atau
sebagai sumber penghidupan.
Disamping istilah profesionalisme, ada istilah yaitu profesi. Profesi sering kita artikan dengan “pekerjaan” atau “job” kita sehari-hari. Tetapi dalam kata profession yang berasal dari perbendaharaan Angglo Saxon tidak hanya terkandung pengertian “pekerjaan” saja. Profesi mengharuskan tidak hanya pengetahuan dan keahlian khusus melalui persiapan dan latihan, tetapi dalam arti “profession” terpaku juga suatu “panggilan”.
Dengan begitu, maka arti “profession” mengandung dua unsur. Pertama unsure keahlian dan kedua unsur panggilan. Sehingga seorang “profesional” harus memadukan dalam diri pribadinya kecakapan teknik yang diperlukan untuk menjalankan pekerjaannya, dan juga kematangan etik. Penguasaan teknik saja tidak membuat seseorang menjadi “profesional”. Kedua-duanya harus menyatu.

B. CIRI-CIRI PROFESIONALISME
Di bawah ini dikemukakan beberapa ciri profesionalisme :
1. Profesionalisme menghendaki sifat mengejar kesempurnaan hasil (perfect result), sehingga kita di tuntut untuk selalu mencari peningkatan mutu.
2. Profesionalisme memerlukan kesungguhan dan ketelitian kerja yang hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan kebiasaan.
3. Profesionalisme menuntut ketekunan dan ketabahan, yaitu sifat tidak mudah puas atau putus asa sampai hasil tercapai.
4. Profesionalisme memerlukan integritas tinggi yang tidak tergoyahkan oleh “keadaan terpaksa” atau godaan iman seperti harta dan kenikmatan hidup.
5. Profesionalisme memerlukan adanya kebulatan fikiran dan perbuatan, sehingga terjaga efektivitas kerja yang tinggi.
Ciri di atas menunjukkan bahwa tidaklah mudah menjadi seorang pelaksana profesi yang profesional, harus ada kriteria-kriteria tertentu yang mendasarinya. Lebih jelas lagi bahwa seorang yang dikatakan profesional adalah mereka yang sangat kompeten atau memiliki kompetensikompetensi tertentu yang mendasari kinerjanya.

C. KODE ETIK PROFESI
Kode yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata, tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu, misalnya untuk menjamin suatu berita, keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis.
Kode etik yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja.
MENURUT UU NO. 8 (POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN)
Kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari. Kode etik profesi sebetulnya tidak merupakan hal yang baru. Sudah lama diusahakan untuk mengatur tingkah laku moral suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan akan dipegang teguh oleh seluruh kelompok itu. Salah satu contoh tertua adalah SUMPAH HIPOKRATES yang dipandang sebagai kode etik pertama untuk profesi dokter.
Kode etik bisa dilihat sebagai produk dari etika terapan, seban dihasilkan berkat penerapan pemikiran etis atas suatu wilayah tertentu, yaitu profesi. Tetapi setelah kode etik ada, pemikiran etis tidak berhenti. Kode etik tidak menggantikan pemikiran etis, tapi sebaliknya selalu didampingi refleksi etis. Supaya kode etik dapat berfungsi dengan semestinya, salah satu syarat mutlak adalah bahwa kode etik itu dibuat oleh profesi sendiri. Kode etik tidak akan efektif kalau di drop begitu saja dari atas yaitu instansi pemerintah atau instansi-instansi lain; karena tidak akan dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam kalangan profesi itu sendiri.
Instansi dari luar bisa menganjurkan membuat kode etik dan barang kali dapat juga membantu dalam merumuskan, tetapi pembuatan kode etik itu sendiri harus
dilakukan oleh profesi yang bersangkutan. Supaya dapat berfungsi dengan baik, kode
etik itu sendiri harus menjadi hasil SELF REGULATION (pengaturan diri) dari
profesi.
Dengan membuat kode etik, profesi sendiri akan menetapkan hitam atas putih niatnya untuk mewujudkan nilai-nilai moral yang dianggapnya hakiki. Hal ini tidak akan pernah bisa dipaksakan dari luar. Hanya kode etik yang berisikan nilai-nilai dan cita-cita yang diterima oleh profesi itu sendiri yang bis mendarah daging dengannya dan menjadi tumpuan harapan untuk dilaksanakan untuk dilaksanakan juga dengan tekun dan konsekuen. Syarat lain yang harus dipenuhi agar kode etik dapat berhasil dengan baik adalah bahwa pelaksanaannya di awasi terus menerus. Pada umumnya kode etik akan mengandung sanksi-sanksi yang dikenakan pada pelanggar kode etik.

SANKSI PELANGGARAN KODE ETIK :
a. Sanksi moral
b. Sanksi dikeluarkan dari organisasi
Kode Etik Profesi merupakan bagian dari etika profesi. Kode etik profesi merupakan lanjutan dari norma-norma yang lebih umum yang telah dibahas dan dirumuskan dalam etika profesi. Kode etik ini lebih memperjelas, mempertegas dan merinci norma-norma ke bentuk yang lebih sempurna walaupun sebenarnya norma-norma tersebut sudah tersirat dalam etika profesi. Dengan demikian kode etik profesi adalah sistem norma atau aturan yang ditulis secara jelas dan tegas serta terperinci tentang apa yang baik dan tidak baik, apa yang benar dan apa yang salah dan perbuatan apa yang dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang professional

TUJUAN KODE ETIK PROFESI :
1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
4. Untuk meningkatkan mutu profesi.
5. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
8. Menentukan baku standarnya sendiri.
Adapun fungsi dari kode etik profesi adalah :
1. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.
2. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.
3. Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Etika profesi sangatlah dibutuhkan dlam berbagai bidang.
Kode etik yang ada dalam masyarakat Indonesia cukup banyak dan bervariasi. Umumnya pemilik kode etik adalah organisasi kemasyarakatan yang bersifat nasional, misalnya Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), kode etik Ikatan Penasehat HUKUM Indonesia, Kode Etik Jurnalistik Indonesia, Kode Etik Advokasi Indonesia dan lain-lain. Ada sekitar tiga puluh organisasi kemasyarakatan yang telah memiliki kode etik.
Suatu gejala agak baru adalah bahwa sekarang ini perusahaan-perusahan swasta cenderung membuat kode etik sendiri. Rasanya dengan itu mereka ingin memamerkan mutu etisnya dan sekaligus meningkatkan kredibilitasnya dan karena itu pada prinsipnya patut dinilai positif.

http://obyramadhani.wordpress.com/2010/02/26/bab-2-pengertian-profesi-dan-profesionalisme/

muak

seandainya q jatuh terbaring tak lagi bernafas dan mati
akankah kau menangisi q disaat ini
dan pa bila q masih bernafas dapat hidup sampai saat ini
akankah kau mencairkan keangkuhanmu

q kan pergi
tinggalkan dirimu
q kan pergi
tinggalkan semua ini
q kan pergi
menjauh darimu
q kan pergi
menjauhi semua ini
aq dpt merasakan benci yg kau sembunyikan
mengalir d dlm drhmu smkin hitam
aq dpt mndngrnya sblm kau mengucapkan
menekan q smakin jauh dlm kputusasaan
selama ini kau memperlakukan q seperti boneka
seenaknya kau mainkan
q sadari smua itu karna…
aq bukan sprti yg kau inginkan.

biarkan aq pergi
biarkan aq pergi

by: ABNORMAL

dalam ingatan

Apakah itu dirimu
Ataukah desiran angin
Apakah itu dirimu
Atau gemericik air
Apakah itu dirimu
Atau secercah cahaya
Apakah itu dirimu
Atau suara yg bergema
Apakah itu dirimu
Atau q yang tak bs lupakan dirimu

”Phan-”

bagaimana cinta

Sebenarnya cinta merupakan ujian yg berat dan pahit dalam kehidupan,karna setiap cinta mengalami berbagai rintangan.

Apakah seseorang akan menempuh cintanya dengan cara terhormat dan mulia?

Apkah meraihnya dengan cara rendah dan hina?

Apakah akan berjual mahal akan cintanya?

Atau biasa-biasa saja?

Apakah benar-benar tertarik dengan cintanya?

Ataukah sekedar main-main?

Itu semua dapat d ketahui setelah ia mendapatkan rintangan dalam perjalanan cintanya.